Muter muter mau ke Malioboro e koq di tengah jalan perut minta diisi. Wah enaknya makan apa ya? Setelah clingak kanan clinguk kiri dari Njanti sampai Terban koq nggak ada yang menunya mengundang selera. Pengennya si makan sate biar tambah gizi gitu. Begitu sampai gondolayu, mak jegagik, lha itu ada sate. Langsung saja parkir trus pesen. tak liat-liat dagingnya koq beda ya, agak gimana gitu. Wah jebulane(ternyata) sate kuda!!!!! Kuda disate kayak apa ya rasanya? Ini termasuk kuliner ekstrim kale ya? Coba ah pasti mantab nih.
Sambil nunggu satenya matang ngobrol sama penjualnya aja, pengen tau aja. Sate kuda ini bertempat di sebelah barat Jembatan Gondolayu, utara jalan, lokasi tepatnya Jl. Jend. Sudirman No. 25, Yogyakarta . Kata Bu Suparti pengelola warung sate kuda ini beliau dan suami dirikan sejak tahun1997. Tempatnya memang strategis di pinggir jalan yang ramai, warung ini juga rasa masakan yang enak. "Tak perlu khawatir dengan daging kuda yang cenderung alot, karna serat daging kuda besar-besar (ototnya banyak) di warung sate ini anda bisa berlega hati, cara pengolahan dagingnya yang maksimal menghasilkan daging yang empuk dan mudah dicerna", kata ibu Suparti. Mengkonsumsi sate kuda juga memiliki khasiatnya yaitu mampu meningkatkan stamina untuk lembur di malam hari bagi pasangan suami-istri. Selain itu, daging kuda juga berkhasiat menghilangkan pegal-pegal dan masuk angin. Ternyata benar , dagingnya satenya tidak alot harganyapun pantas, nggak nyesel deh. Perut sudah aman lanjut lagi ah perjalannannya...
Tunggu postingan ku edisi berikutnya ya teman. Sampai jumpa......................